Bencana
dan musibah datang silih berganti. Di 2020 ini, dianggap sebagai tahun yang
cukup menyeramkan bagi sebagian masyarakat, khususnya di indonesia. Berbicara
mengenai bencana sudah sangat akrab ditelinga, tsunami, banjir, gunung erupsi,
tanah longsor, kebakaran dan kebanjiran, serta bencana yang masih meresahkan
dan membuat kita kedalam perasaan ketidak pastian adalah bencana global yaitu
covid-19. Corona virus adalah sebuah pandemic yang juga ikut menggungcang
Indonesia. Merebaknya virus ini luar biasa berdampak besar dalam berbagai
sektor bukan hanya kesehatan tetapi juga sangat menggungcang sektor
perekonomian dan kemudian berdampak pada keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Bagian
pertama tulisan ini mungkin akan berusaha terlebih dahulu memberikan gambaran
umum terkait corona virus yang menjadi guncangan global. Corona virus atau yang
biasa kita kenal dengam Covid-19 adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan
oleh sindrom pernapasan akut, yang memiliki gejala umum seperti demam, batuk,
kelelahan, dan sesak nafas. Penyebaran virus corona ini sangat mudah yaitu
menyebar melalui tetesan air liur, cairan hidung saat bersin, serta batuk.
Corona virus ini terlihat sebagai penyakit dengan seribu wajah. Gejala yang
diperlihatkan sangat tidak mudah dikenali karena banyak kesamaan dengan flu
biasa.
Kita
ketahui bersama, kemunculan corona virus ini terlihat seperti petaka besar,
khususnya di Indonesia. Banyak aktifitas yang kemudian terhenti karena berbagai
kebijakan yang dikeluarkan pemerintah selama pandemic ini. Adanya social
distancing dan penghentian aktifitas yang mengundang banyak orang sangat
memukul perekonomian masyarakat, apalagi
masyarakat yang berada pada ekonomi kelas menengah kebawah yang
berstatus pekerja harian seperti, pedagang, pegendara ojek online, serta maraknya perusahaan yang
merumahkan para pegawainya, dengan pemutusan hubungan kerja benar-benar membuat
ekonomi masyarakat sangat luar biasa.
Banyak
dampak yang kita rasakan di tengah pandemic covid-19. Banyak hal yang kemudian jadi sorotan, berita
memilukan di berbagai media mengenai masyarakat yang kurang mampu sudah mulai
diangkat oleh media yang kemudian memunculkan reaksi pada masyarakat, yaitu
raca empati yang kemudian menciptakan sebuah gerakan social.
Indonesia
memang dikenal sebagai Negara yang sangat ramah, punya empati yang tinggi serta
berjiwa social, dapat dikantakan demikian karena Indonesia memiliki system
social budaya yang memiliki nilai totalitas, tata social, dan tata laku yang
diwujudkan dari falsafah Negara pancasila. Gerakan social adalah sebuah aksi
kolektif yang terbangun dengan dasar satu tujuan yaitu dengan menciptakan
situasi aman serta kondusif.
Nilai
social masyarakat Indonesia dapat kita lihat dari gerakan-gerakan yang dibangun
oleh masyarakat untuk saling bahu mebahu dan saling membantu. Gerakan yang
sudah dilakukan oleh masyarakat di setiap wilayah dan daerah di Indonesia dalam
pandemic corona virus ini sperti memberikan handsanitizer dan masker secara
gratis, penyemprotan desinfektan, pemberian sembako pada masyarakat kurang
mampu, pengumpulan donasi untuk alat perlindungan diri (APD) pada rumah sakit
dan puskesmas secara transparan melalui berbagai link donasi yang mampu
mencapai miliaran.
Gerakan
social yang dilakukan oleh pemerintah dinilai sangat lamban dalam menghadapi
corona virus ini, pemerintah terlihat bekerja kurang lebih seperti pemadam
kebarakan, mereka melakukan upaya-upaya penanganan setelah kejadian, harusnya
seperti kita tau penularan corona virus ini bergerak sangat cepat, pemerintah
harusnya bergerak lebih cepat.
Harus
kita sadari sendiri, corona virus ini bukanlah sebuah bencana alam melainkan
sebuah bencana non alam yang bukan masalah sederhana. Banyak ancaman dan dampak
yang dihadirkan oleh kehadiran corona virus ini termasuk pada krisis
multidimensi. Selama pandemic corona virus ini seluruh elemen masyarakat dan
bangsa harus betul-betul saling membantu dan memberikan semangat satu sama
lain, meskipun pemerintah terlihat menganggap remeh dan entang sejak awal
kemunculannya, dengan tidak memberikan gerakan secara kongkret tetapi
masyarakat harus saling menguatkan dengan memunculkan rasa kemanusian dengan
gerakan-gerakan social yang nyata.
Seluruh
masyarakat harus berfikir dan bertindak dengan jernih dan tidak gegabah, agar
tidak ada oknum-oknum yang memnfaatkan dan mengkapitalisasi bencana mematikan
ini. Gerakan-gerakan social semacam ini seperti harapan dan cukup nyata dalam
membantu masyarakat dalam menghadapi pandemic global Corona Virus.
Lahirnya
gerakan-gerakan social dilapisan masyarakat, khususnya dari pada influencer juga
dapat memberikan dorongan yang lebih kuat lagi agar para masyarakat dapat
bekerja sama dan saling membantu ditengan wabah corona virus ini.
Semua
orang mungkin bersepakat ketika mengatakan jika penyelamatan umat manusia
adalah sebuah tugas mulia dan tugas seluruh anak bangsa. Dalam penyelamatan
anak bangsa ini, tidak bisa masyrakat atau pemerintah bergerak sendiri, upaya
saling berpegang erat dan saling menguatkan harus kita lakukan.
Kita
harus meneladani Negara yang berhasil menekan angka kematian akibat pandemic
corona virus ini, seperti korea selatran dan cina. Tidak hanya saling
menyalahkan, pemerintah menyalahkan masyarakat dengan tudahn bahwa masyarakat
tidak patuh pada kebijakan dan masyarakat menuduh pemerintah dengan kebijakan
yang tidak memiliki regulasi. Pemerintah dan masyarakat harus saling memberikan
semangat serta sigap dalam pandemic global ini.
Memunculkan
gerakan-gerakan social dimasyarakat dengan tujuan meringankan beban orang-orang
di terkena dampak pandemic corona virus ini harus terus dilakukan. Rasa peduli
sesama harus terus dipantik agar konsisten dilakukan. Berada disituasi ketidak
pastian dan sampai kapan pandemic ini berlangsung mungkin akan menjadi beban
tersendiri bagi masyarakat yyang berada pada ekonomi menegah. Gerakan social
yang dilakukan oleh tiap elemen harus menjadi sebuah harapan ditengah pandemic
ini oleh masyarakat yang bergantung pada gaji harian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar